Sabtu, 04 Februari 2017

Inggris Tawarkan Beasiswa Untuk anak - anak Papua

Suasana Pertemuan Staf Kedubes Inggris dengan Pemerintah Provinsi Papua

Jayapura -- Pemerintah Inggris menawarkan pendidikan gratis (beasiswa) kepada anak-anak Papua yang memiliki kemampuan baik dalam berbahasa inggris.
  "Tentunya mereka akan menyampaikan hal ini kepada pemerintah Inggris, 
kedepan ada perhatian serius dari pihaknya terkait masalah pendidikan di Papua," kata Sekretaris Daerah Papua, Hery Dosinaen kepada wartawan usai melakukan pertemuan tertutup dengan Staf Kedutaan Besar Inggris, di Jayapura, Selasa (31/1/2017).
 Menurut Sekda selama ini sudah ada kerjasama pendidikan dengan pemerintah Inggris melalui Biro Sumber Daya Manusia (beasiswa), namun program yang kali ini ditawarkan berbeda, karena pembiayaannya ditanggung pemerintah Inggris. "Tidak ada penentuan kuota, karena masih akan dilihat mengingat ini baru penjajakan awal.
 Dari Dinas Pendidikan selanjutnya akan berkoordinasi untuk bagaimana aplikasinya nanti," ujarnya. Sementara itu, Juru Bicara Kedubes Inggris, Faye Belhis mengatakan kunjungan Kedutaan Besar Inggris ke Papua dan Papua Barat untuk mempromosikan hubungan Inggris-Indonesia, termasuk kerjasama pendidikan dan untuk memahami lebih jauh perkembangan isu-isu sosial dan politik terkini. "Kami akan bertemu dengan beberapa pemangku kebijakan dari pemerintah provinsi, kepolisian dan pejabat-pejabat lainnya," kata Faye.
 Untuk pendidikan, ujar ia, pihaknya mempromosikan beasiswa Chevening yang merupakan program global dari pemerintah Inggris yang dibiayai oleh Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris (FCO) dan mitra organisasi lainnya. "Kami siap menyambut pelajar terbaik Papua dan Papua Barat untuk datang ke Inggris untuk belajar, baik melalui program beasiswa chevening maupun LPDP, demi membantu Papua mencapai potensi terbaiknya," tutupnya. Indonesia adalah negara penerima beasiswa terbesar ke-empat di dunia. Terdapat 70 beasiswa tersedia bagi masyarakat Indonesia. (*) 

Sumber: http://www.tabloid-wani.com/2017/01/inggris-tawarkan-beasiswa-untuk-anakanak-papua.html?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook

Tanah '' Ibu '' Sumber Kehidupan


Tanah didalam kalangan masyarakat Papua biasanya diartikan / dimaknai sebagai "IBU " yang berarti sumber kehidupan . 
dalam kehidupan tidak hanya memiliki arti ekomomi saja  layaknya seorang ibu memelihara anak-anaknya 
 tanah ini memberikan segala sesuatu yang mejadi dasar-dasar bagi kehidupan. 
Mulai dari segi ekonomi , budaya , sosial , kekerabatan , spiritual dan perasaan nyaman serta aman , yang tidak bisa begitu saja dan tak mungkin terukur serta tergantikan oleh uang .
hidup kebudayaan manusia yang terbentuk dari interaksi / komunikasi manusia dengan lingkungannya tidak bisa serta merta dihancurkan dan dinilai dengan uang , ada hal-_hal lain yang muncul bukan karena uang tetapi karena ada tanah dan lingkungannya.
Ketika kita dengan mudah memperjual belikan tanah , kita cenderung melupakn dimensi lain selain ekonomi . 
kita melupakan ikatan kita dengan tanah / alam , kita melupakan bahwa tanah ialah " ibu " manusia. Kita melupakan bahwa tanah ialah sumber kepercayaan manusia 
Bagaimana bisa kalau tanah menjadi sumber kehidupan manusia kalau kita menjual permeter tanah dengan uang Rupiah ,? Maka , masuk akan jika masyarakat asli terus menuntut untuk diakui ikatan mereka dengan tanahnya , agar masyarakan mulai ingat bahwa tanah adalah sumber kehidupan yang tidak bisa di kurangi nikainnya dengan ukuran ekonomis belaka 
 ingat menjual tanah berarti menjual harga diri sendiri dan hidup ini bukan dari hasi jual tanah tetapi dari hasil olah tanah.......!!!!!

Kebenaran Dibalik Terali Bes


Kebenaran adalah sesuatu hal yang tak dapat dipersalahkan dan dapat menciptakan tali persatuan dan keadilan demi menuju sebuah tujuan yang aman dan damai dimana setiap insan berada.

Pemerintah indomie menciptakan UUD dan PANCASILA guna menciptakan kebenaran di muka masyarakat untuk ditaati serta diterpakan dalam kehidupan sehari - hari.    
namun pelaksana serta penegak  aturan tersebut pun malah menjadi pelaku pelanggaran aturannya .

Sistem pemerintahan indomie yang sedang dijalankan ialah X Aturan demi mewujudkan apa yang diinginkannya walaupun itu hanya untuk sesaat.

khususnya tanah Papua para Penegak Kebenaran yang bersuara demi menegakkan kebenaran yang sedang diinjak oleh penjajah malah ditangkap , disiksa and dibunuh serta diperlakukan bagaikan binatang buruan dan sampah jalanan.

Kebenaran di pemerintahan Indomie Selalu dibungkam dan dibuang jauh atau didiamkan untuk sementara guna menutup malu akan semua yang telah penjajah lakukan.

Wahai para pejuang , kini kalian dibalik terali besi demi memperjuangkan kebenaran ditanah kami , biarlah kebenaran itu menjadi satu dengan dirimu agar kelak kalian dapat mengeluarkan kami dari penindasan.

Sebab ada tertulis " KEBENARAN YANG MEMERDEKAKAN " pada YOHANES 8 .32-33 yang berbunyi " Dan kamu akan mengetahui kebenaran , dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu " maka salam juang para pejuangku sebab kalianlah penyambung lidah Tuhan yang sebenarnya.

Salam Juang 
Salam Revolusi
Kita Harus mengakhiri
100% Lawan.........!
Foto Edu Eman Dogopians Umagi.